Showing posts with label ceritaku. Show all posts
Showing posts with label ceritaku. Show all posts

Tuesday, August 24, 2010

Apakah Aku Mengeluh

Tak bicara, bukan ku tak mampu bicara,
Kelu dilidah, pahit dihati
Aku bukan pendiam
Karena hatiku terus berkata,
Aku bukan tak berpikir
Karena nyaris dalam tiap tidurkupun berpikir,
Aku bukan tak melihat,
Karena disetiap lirik mataku terbayang sendu sorot matamu,
Aku bukan tak berjalan,
Karenaku baru mampu merangkak lalu berdiri terseok dan kadang berhenti,

Pejamkan matamu mak,
Karena kau akan kembali menangis melihatku,
Tutup telingamu pa,
Karena kau akan tersayat mendengar kabarku,

Rambut ikal yang pernah kau usap,
Wajah mungil yang pernah kau taburi dengan bedak,
Dan kaki kecil yang pernah kau pijat,
Jejaknya kini hilang tertelan gedung-gedung yang tinggi

Malam mana mak, yang tak terasa sepi
Jika tanpa ku dengar gerecak suara tempe yang kau goreng,
Pagi yang mana pa, yang terasa cerah
Jika tak kudengar suaramu berdzikir dipenghujung subuh,

Wanita yang mana yang sudah ku rengkuh?
Wanita yang mana yang sudah ku sentuh?
Semuanya karena tundukku padamu mak,
Mungkin sampai suatu saat kudengar kau bicara
“kamu sudah menjadi Lelaki nak, hiduplah kamu… dan hidupilah!”

Sayangku tak terucap,
Rinduku tak mampu ku ungkap,
Cintaku hanya bertumpuk dalam hati dan rencanaku,
Sampai datang suatu saat nanti, takdirku mampu membahagiakanmu,
Mak, dalam gusarku aku slalu merasakan ketenangan,
Karena orang tua seperti emak dan bapak, takkan pernah lelah Allah menjaganya,
Sampaikan salam sayangku untuknya Tuhan…
Karena ku tahu, Engkaulah yang terdekat dengannya

Monday, June 28, 2010

sesal

your show time

Thursday, July 2, 2009

Cinta masih Bayangan

Sampai saat ini...aku belum juga mendapatkan seorang kekasih seperti yang lainnya. Tidak tahu kenapa, apakah aku terlalu protect, kolot, atau so agamis. Berulang kali perempuan datang menghampiriku, tapi tak satupun dapat kuputuskan untuk mencoba merangkai sebuah ikatan seperti seharusnya seorang pria dewasa. Aku hanya memandang sebuah kebodohan dalam hidupku, karena aku begitu sulit memahami arti sebuah jiwa muda yang seharusnya kureguk.

aku begitu nampak mengkilau diantara pandangan orang-orang yang aku kenal, padahal mereka tidak tahu seberapa gusarnya hati ini. aku tak ada nyali untuk menjalin suatu hubungan dimasa seperti ini, masa dimana aku sudah dewasa yang akupun tak berani mengambil langkah lebih jauh sebagai pengalihan itu semua. aku tidak seringan masa SMA yang aku begitu mudah tarik sana tarik sini..., Cinta telah membuatku bodoh sekarang.

Wednesday, July 1, 2009

Kelahiran

saat ku terlahir kemudian tumbuh, aku paham betapa bahagianya aku terlahir dari sebuah keluarga yang bahagia, kemudian tumbuh ditengah alam yang luar biasa

Mimpi

semua berawal dari mimpi, tapi inget... kita bukan dalam dunia mimpi. sampai kapan kita akan tertidur dan menikmati mimpi???seindah apapun itu. lalu terbangun dengan semua apa yang kita benci... padahal itulah hidup yang sebenarnya, hidup kita... hidup yang dibumbui mimpi-mimpi. kemudian pergi

Kita untuk manusia

kita selalu berpikir betapa jasa kita untuk manusia sudah begitu besar, padahal kita tidak pernah melakukan apapun untuk semuanya, walalupun hanya segurat senyum untuk mendamaikan mereka

Mimpi

semua berawal dari mimpi, tapi inget... kita bukan dalam dunia mimpi. sampai kapan kita akan tertidur dan menikmati mimpi???seindah apapun itu. lalu terbangun dengan semua apa yang kita benci... padahal itulah hidup yang sebenarnya, hidup kita... hidup yang dibumbui mimpi-mimpi. kemudian pergi

Masam

sadari muka kita... pandang lekat di depan kaca, masihkah ada muka masam dan tak bersahabat pada air muka kita? ehm...sampaikapan kita akan menyuguhkan menu itu untuk ditelan bulat-bulat mata yang tak sengaja melihatnya... karena melihat kita saat itu adalah bencana... dan kita masih mendongakan dagu seperti model manca negara, padahal saya, anda, dia, dan mereka bukanlah siapa-siapa

Tanggung Jawab

selintas aku lihat telapak tanganku, aku hanya menemukan guratan-guratan saja seperti biasanya, garis tangan kata orang! kemudian aku diam dan berpikir... lalu melihat kembali telapak tanganku... aku kaget alang kepalang, kenapa tidak, aku melihat tanggung jawab besar ditanganku, masa depan ditanganku, dan harapan ditanganku....sejenak aku terhentak,kemudian menyadari...itulah perbedaannya antara berpikir & tidak

Tuhan Begitu dekat

saat aku terjatuh, Tuhan slalu mendekapku saat aku berdiri, Tuhan slalu melindungiku saat aku berjalan, Tuhan slalu memapahku Tapi saat Tuhan mendekat, aku malah berlari

Air mata untuk ibu

Teman...jangan pernah ada air mata karena cinta akan pria atau wanita yang kita suka...jika untuk orang tua kita masih saja tertawa dan tak pernah ada air mata untuk keduanya.......

Sombong

ketika aku sadar kalau aku merasa sombong...aku bercermin, kemudian dengan berat hati ku katakan, "apa yang aku sombongkan?"

 

Aku Tak Penah

jangan bilang aku tak pernah marah, jangan bilang aku tak pernah benci, jangan bilang aku tak pernah dendam dan jangan bilang aku tak pernah berusaha mengubah kesemuanya ...kemudian aku akhiri dengan tersenyum...

Gua

adakalanya gw gak menyukai akan seseorang...tapi gw inget, emang gw sendiri manusia paling disukai didunia sehingga harus tidak suka ma rang lain....kamu????

Sunday, May 17, 2009

Rayuan

gambar panu diatas batik
tato pepaya tato sekuteng
kalo kamu terlihat cuantik
ya..A'a pasti tertguanteng

Saturday, May 16, 2009

Untukmu....

Hari terakhir pendaftaran Capres dan Cawapres di KPU bikin merinding sekali...pasalnya, disinilah tampil putra/putri terbaik Indonesia untuk memberikan pengabdian yang setinggi-tingginya untuk Bangsa ini, dan berkaca pada diri sendiri...??? apa yang bisa aku persembahkan untukmu Bangsaku.......???? terlebih dibuka dan ditutup dengan sebuah lagu kebangsaan yang setiap pelajaran kesenian aku nyanyikan waktu SD dulu dengan muka berseri-seri...

Saturday, February 14, 2009

Ujian Mem BeTe kan

Assalamualaikum....!!aduh akang teteh... kangen pisan sama nge Blog teh. cuman lagi ujian gak enak sama nilai ha ha... saya do'ain semuanya bisa menjadi orang yang lebih bersyukur lagi dari kemaren, and salam buajavascript:void(0)t keluarga semua. hehe so akrab ya

Tuesday, January 20, 2009

Kenapa Harus Ngeboykot Product Amerika 'n friends?

berita akhir-akhir ini memang bikin bosan, dan membosankan. apalagi temen ane yang terus ngehasutin untuk ngeboykot product-product Amerika, Israel & partner kehancuran lainnya kata dia. padahal apa urusannya?
apalagi kalau ada yang bilang, lu beli product mereka berarti lu ikut juga ngebantai mereka, apa bedanya lu ma mereka?
kesel euy, hak ane dong mau beli product mana, yang penting ane yakin ane cuman beli productnya dan mang product mereka lebih menarik.dari sisi mana ane ngebantai mereka???
ane paham Rp. 5,- dari pembelian kita misalkan mereka kasihkan untuk sumbangan PENGEBOMAN di Palestina, tapi itu kan sudah kewenangannya.
ane bilang yang salah kalau begitu bukan orang yang mengonsumsi product-product Amerika N friend's, tapi yang salah kita semua sebagai orang muslim yang sampai saat ini ternyata tidak bisa menempatkan diri dihati orang muslim itu sendiri, baik dalam ekonomi dll. bagaimana tidak, product apa yang dihasilkan dari sekian banyak product dipasar yang menonjolkan nama ke Islaman dan mengemasnya sedemikian menarik sehingga mampu merangkul pasar, minimal orang muslim pangsanya. selama ini tidak ada. itu menandakan kita belum mampu bersaing, dan salah satunya cara adalah bagaimana kita bisa meluruskan semua kekeliruan. ujung-ujungnya jika kita melakukan hal tersebut(memboykot product Amerika 'n friends), bukankah itu merupakan suatu tindakan tercela yang akan lebih menyudutkan muslim itu sendiri. akhirnya mereka lebih lagi mengemas product dan mengembangkannya dengan maksimal, dan kita selalu terlena akan kata-kata boykot seolah begitu mudah membalikan isi dunia. ini adalah PR kita, bukan dijadikan suatu kebodohan dengan mengambil tindakan boykot memboykot. masa kita mau dibilang "Sirik tanda tak mampu", ane yakin kita bisa! jayalah muslim Indonesia.

untuk Etikush.blogspot.com : PR kita sekarang adalah bagaimana mengemas Minyak Kasturi menjadi lebih menarik di bandingkan Gatsby

Saturday, January 10, 2009

Doeloe

Rabu, 26 November 2008
Jika ada yang bertanya untuk apa semua ini aku tulis, aku juga gak tahu untuk apa. Tapi selalu mengalir dorongan pada diriku sendiri untuk menulis, apapun itu. Aku sangat tidak mengerti dari mana semua ini, hasrat yang begitu besar untuk membuat catatan-catatan yang memang kurang penting. Apalagi kali ini aku adalah seorang mahasiswa jurusan matematika yang seharusnya lebih bergelut ke hal-hal yang lebih real, dibandingkan menulis yang terkadang aku juga kurang mengarti apa yang aku tulis. Tapi selalu saja aku sempatkan waktu walaupun jarang untuk menggerakan jari. Sungguh begitu banyak hal yang sebenernya ingin aku catat dalam benakku, tapi kekuranganku dalam menyampaikan semua itulah yang menghambat tanganku sendiri untuk mencerna semuanya. Entah itu daya otaku yang kurang atau pikiranku yang terlalu ngejlimet.

Ketidak piawaianku dalam menyampaikan apa yang ada dalam otaku sebenarnya begitu sering terlihat, baik itu disengaja ataupun tidak. Hal itu bisa aku lihat sendiri apabila aku berbincang dengan rekan-rekanku, baik itu yang di akademis ataupun temen di luar itu. Yang jelas, sebagian dari mereka selalu kebingungan dengan apa yang aku ucapkan. Mereka bilang, aku selalu berbicara dengan kiasan, teka-teki dan yang lainnya yang sangat tidak dimengerti. Padahal, aku selalu berbicara sebisa mungkin dapat dimengerti oleh semua orang dengan tingkat pendidikannya. Aku juga kuarang paham kenapa aku seperti itu, apa mungkin karena aku dulu adalah seorang kurang banyak bercakap atau diam sehingga aku kurang piawai dalam bercerita atau menyampaikan cerita. Bahkan aku juga sadar, hal sederhanapun terkadang begitu rumit aku sampaikan, dan akupun kesulitan sekali untuk menyampaikan, padahal hanya hal sepele.

Kembali, beberapa bulan ini aku merasakan kembali kekosongan hidup, entah kenapa. Aku begitu jauh dengan Tuhan, dan aku sangat enggan sekali untuk dekat denganNya. Keegoisanku akan hal inilah yang membuatku berat, ego yang memang sulit dikontrol. Dan sudah lama sekali aku tidak melaksanakan shalat Subuh, sekalipun shalat, aku jauh sekali dari khusu. Aku sering lupa dengan rakaat shalat dan yang lainnya, karena otaku berkeliaran kemana-mana. Beban yang sepertinya begitu berat dalam otaku, padahal hal tersebut sebenarnya aku tak tahu apa itu. Dan aku gak ngerti apa yang aku senidri inginkan, semuanya seperti semu, tapi aku pikirkan. Aku bilang tidakpun pada diriku sendiri tetap saja hal tersebut menggelayut diotak. Lantas seperti apa aku?aku kadang membayangkan kejlimetan pikiranku dalam bentuk semraut, kegelapan hatiku yang mengerikan.

Malem kemarin aku mimpi, waktu itu sehabis shalat subuh aku tidur lagi. Dalam mimpi itu aku sedang berlari, dan ditengah-tengah jalan saat aku melewati perkampungan yang aku lihat Cuma beberapa orang saja yang nampak, ada anak kecil yang mengikutiku dari belakang. Semakin lama anak perempuan itu berada disampingku yang sedang berlari dan terus mengikutiku, aku perkencang lariku, iapun mengikuti dan berusaha sejajar denganku. Anak itu kumal sekali sehingga aku begitu was-was dan iba melihatnya. Tapi lama-lama aku merasa tidak enak dengan gelagatnya, dengan sekuat tenaga aku hendak lari saat itu juga. Tapi tiba-tiba dengan seketika itu pula anak itu memegang tanganku dengan cepat dan kuat, sehingga aku semakin kaget. Aku berusaha melepaskan genggamannya sambil berlari, tapi anak tersebut semakin kuat dan berteriak-teriak tidak jelas entah apa maksudnya. Aku semakin merasa ketakutan karena takut penduduk setempat mengira aku berbuat hal yang tidak senonoh dengan anak kecil itu. Semakin aku meronta, anak itu semakin berteriak dengan keras. Dan dengan sekuat tenagaku, aku menghentakan kaki dan tangan dan berusaha meninggalkan lari anak kecil itu. Dengan teriakan keras dan jerit histeris yang membuatku kaget, dalam jeritan itu aku menangkap perkataannya “aku belum makan dari kemarin!!!” smabil denganmuka histeris dan keringatmengucur dari dahinya yang berusaha mengimbangi lariku. Aku dengan ketakutan merogoh saku celanaku sambil masih berlari dan gak puguh rasa. Aku mendapatkan uang sekitar 3 ribu lembaran dan recehan kira-kira seribu. Aku kasih uang receh tersebut karena sudah tak ada uang lagi pikiranku saat itu. Tapi dia terus menjerit-jerit dan merasa kurang dengan uang yang aku kasih. Ketakutanku makinmenjadi-jadi, dengan sisa tenaga, aku akhirnya lari mengikuti jalan yang menanjak. Anak tersebut berteriak “Tolong tangkap....tangkap” dnegan suara yang sungguh histeris dan membuat bulu kuduku merinding dan akku terus berlari. Tak ada seorangpun yang menolongnya, dan dia jauh tertinggal dibelakangku, yang tetap berusaha mengejarku dengan pengharapannya terus bersamaku.

Dan mimpi itu masih terbayang sampai saat ini, saat aku menulis semua ini. Aku menyesal meninggalkan anak itu dalam mimpi, sungguh banget ngerasa dosa entah kenapa. Terlebih, aku hanya memberikan sedikit dari uangku yang ada. Dan wajah itu masih membayangiku. Ingin sekali aku mimpi dan meneruskan kembali hal tersebut agar aku merasa tidak berdosa. Walaupun itu semua hanya mimpi, tapi mimpi tersebut begitu memberkas dipikiranku. Karena, aku juga sering bermimpi, tapi tidak seperti mimpi yang ini.

Ah, sekarang sudah setengah dua belas malam. Dan hal yang tidak akan pernah hilang dari pikiranku adalah keinginan untuk tetap bersama dengan kedua orang tuaku. Cita-citaku adalah mencium kedua tangan beliau berdua sebelum aku berangkat sekolah. Dan semenjak SMP, hal itu sangat jarang sekali aku lakukan karena aku tinggal bersama Ua ku dan kemudian Bibiku. Sekolah SMP ku jauh dari rumah, jadi inilah yang menjadikanku sulit ketemu sama orang tua. Apalagi terkadang orang tuaku begitu sulit untuk mempunyai ongkos menengokku di rumah ua.

Aku bukan orang yang pintar apalagi cerdas, prestasikku biasa-biasa saja. Tapi orang tuaku bilang aku orang yang rajin belajar pada waktu itu. Aku sangat kesulitan sekali untuk menghapal dan hitung katanya, tidak seperti kakakku yang pintar. Tapi ada hal yang sangat menonjol dari diriku sendiri, aku katanya orang yang sangat ulet sekali, menyendiri dan kurang menyukai main. Aku lebih sering menghabiskan waktuku dengan menggambar ditanah, nyontek tulisan kakaku, gambar-gambarnya juga, sambil ngemut permen kopiko jatah jajan bulanan, hehe. Aku juga lebih menyukai perang-perangan sendiri, naik pohon sendirian dan menyanyi lagu kebangsaan yang sering aku dengar dikelas bapakku yang sangat aku cintai. Bapakku guru, dan ibuku adalah seorang ibu yang kreatif. Masakannya enak banget, bikin kuenya pinter pandai ngejahit celanaku yang sobek atau bolong. Dan keluarga kita adalah keluarga yang pas-pasan tapi bahagia, banyak sekali orang yang bilang kalau keluarga kita adalah keluarga yang harmonis. Betapa tidak, aku selama sekolah SD waktu itu selalu saja sarapan nasi goreng yang di racik dari terasi, sehingga warnanya berubah menjadi merah. Dan kalau tidak merah nasi gorengnya aku dan kakaku jadi kurang selera sarapan. Kalau kehabisan terasi atau lagi gak ada, aku dan kakakku selalu makan nasi yang dicampur sama garam lalu dihancurin dan diaduk rata, namanya TUTUG UYAH, pokonya enak banget dan kita semangat berangkat sekolah yang tidak jauh dari rumah, karena rumah kita waktu itu adalah perumahan sekolah bukan rumah kita. Dan melakukan ritual harian yakni cium tangan ke ibuku dan bapakku.

Dan itu dia, karena aku meilih untuk ngelanjutin di SMP I yang letaknya jauh sekali dari rumah, aku harus tinggal dirumah saudara yang sudah aku anggap sebagai orang tua sendiri. Mengikuti jejak kakak yang sudah menginjak SMA waktu itu.

Aku sangat senang sekali ketika aku masuk di sekolah ini, karena di SMP ini lebih banyak bertemu orang yang bermacam-macam, luas dan bergengsi di tempat kita disana. Sekolah yang memiliki banyak extrakulikuler yang banyak aku gemari sekali seperti karawitan, seni rupa, drum band, baris berbaris dan bahasa Inggris biar kayak bule hehe. Aku pernah nyoba untuk pulang pergi dari rumah, tapi ternyata gak baik. Aku sering ketinggalan mobil satu-satunya, dan datang telat kesekolah. Tapi itu tidak begitu aku pikirkan, yang aku sedih adalah ketika mau berangkat orang tuaku tidak memiliki uang sepeserpun. Walaupn kadang sengaja ditutupin, tapi akhirnya aku tahu juga. Soalnya waktu itu, aku tahu bapakku semaleman nyari uang buat ongkos tapi hasilnya nihil. Sampai tiba pagi, bapakku segera nyari pinjaman dan sama, tidak dapat pinjaman ditetangga. Dan saat itulah ibuku marah-marah lalu pergi keluar lama sekali, kemudian datang dan sepertinya berhasil dapat pinjaman, orang tuaku saat itu begitu khawatir, apalagi ibuku yang menahan tangis, mungkin ngerasa kenapa buat ongkos saja sulit. Sehingga akupun dijalan menuju jalan raya kadang sambil nangis, bukan karena takut lambat atau apalah yang menyangkut peraturan sekolah. Tapi aku sangat menyayangi keduanya yang begitu susah payah agar aku bisa berangkat sekolah, sehingga ketika sampai dijalan raya hendak berangkat naik angkot atau mobil bak, mataku sudah memerah. Jarak rumahku kejalan raya sekitar satu kiloan, dan dari jalan raya kesekolah SMP tersebut kurang lebih 15Km., dan kejadian tersebut selalu berulang. Aku mana bisa tahan kalau seperti itu, sehingga ketika aku ngajuin buat tinggal sama Ua ku disana, oranng tuaku menyambutnya dengan lega.

CINTA PERTAMA

Paket sebuah rasa sayang, benci, rindu dan ingin bertemu dikemas dalam sebuah kotak dambaan berwarna merah, “CINTA”. Tak ayal bila seorang anak usia remaja redup redam rona pipinya menahan sebuah kata yang baru ia kenal dalam hidupnya untuk ia sampaikan kepada objek yang ia puja. Sebuah fase hidup yang amat indah, merasakan untuk pertama kalinya arti sebuah dambaan. Sehingga biasanya pada usia seperti ini kebanyakan laki-laki mereka lebih gemulay dan perasa dibandingkan remaja putri. 

Permasalahannya adalah, begitu beratnya sang Jejaka untuk menyampaikan rasa yang ia pun tak mengerti, walaupun dihadapannya bertengger merpati tersayang yang ia pikirkan sehari semalam mengalahkan capeknya begadang mengikuti PERSAMI Pramuka disekolah-sekolah. Sehingga sang lalanang jagat harus tunduk dengan mukanya yang matang, jantung deg-degan, bumi laksana bergoyang melebihi 10 skala .... skala apa gitu lupa lagi tulisannya kalau gempa sehingga oh my god BAGAIMANA AKU MENGATAKANNYA?. Apalagi disisi lain sang putri nan cuantik jelita menunggu apa yang akan disampaikan penggemarnya, pastinya sambil pura-pura tidak mengerti dan tidak peduli apa yang akan terjadi. Padahal dalam hatinya ia berdo’a, ya TUHAN BANTU DIA UNTUK MENGATAKAN BAHWA AKU CANTIK, DIA MENYUKAIKU, DIA MENYAYANGIKU, DAN AKU LAKSANA PUTRI YANG TERCIPTA DARI KAYANGAN yang ia tutupi dengan sikap acuh tak acuh.Kalaulah mereka berada di tempat parkiran,mereka sudah kena charge 10 ribu karena sudah berdiri berlama-lama tanpa suara. Dan jika dishoot dari pesawat pengintai cinta di atas, mereka berdua hanya akan terlihat seperti dua patung adik kakak yang merenungi uang saku mereka yang tidak pernah naik.

Sang penakluk cinta masih tetap berdiri merangkai kata dalam hatinya, seperti membuat karangan pelajaran B. Indonesia, dan sang putri masih tetap menunggu di hadapannya. Karena tak rela meninggalkan sang adam tanpa mendengar dulu pujian apa yang akan ia sampaikan, UGGGH YA TUHAN... AKU HANYA INGIN TAHU APAKAH BENAR AKU CANTIK, DIA TERGILA-GILA PADAKU? MAKA BANTULAH DIA KALI NI SAJA TUHAN! AGAR AKU BISA MERASAKAN INDAHNYA DUNIA DAN ANUGERAH TERINDAHMU. Walaupun itu perempuan cacat sekalipun. Sampai tibalah akhirnya keputusan sang putri untuk meninggalkannya berdiri di singgasana kekecewaan karena waktu sudah hampir menunjukan aktivitas para sufi untuk tahajud, dan waktu untuk pulang sekolah yang dikasih mama hampir habis dengan rasa bangga walaupun sedikit kecewa, tapi berusaha meninggalkan segenap kemampuan auranya tertunda menemani sang Jajaka yang mematung disana agar lebih lagi tergila-gila, ilmu aura yang ia warisi dari neneknya yang keriput, bergigi hitam dan ompong yang katanya dulu mantan selebritis kampung halamannya.

Bagaimana nasib sang pemuda idaman? Dalam lamunannya merangkai kata tadi, ia hanya mampu memandang kebawah dengan rasa yang berkecamuk seperti rujak bebek, sungguh ia tak kuasa untuk mengatakan sebentuk rasa yang ia rangkai semalaman dalam buku cinta yang terpendam dan ketersiksaan, tapi sepatu itu??? Sungguh telah membalas semuanya. INDAH SEKALI YA TUHAN SEPATUNYA, AKU HANYA MAMPU MEMANDANG SEPATUNYA YANG INDAH OH, BAGAIMANA KALAU AKU MEMANDANG RAUT WAJAHNYA, TAHANKAH AKU UNTUK TETAP SADAR?. Dan mengikuti lamunanya dengan rasa kecewa karena tak mampu untuk mengatakannya, sebentuk rasa permen yang diracik oleh denyut jantung , berbahan sayang yang diaduk dengan rindu, ditaburi kekaguman, dan dibungkus sebentuk kertas puisi ungkapan hati. KULUMLAH SAYANG...KULUM CINTAKU...KARENA AKU BUATKAN DARI SERPIHAN HATI PALING INDAH YANG AKU MILIKI...
***********************************